HI, bagaimana dengan hidup?
Masihkah kau tertutup?
Atau telah terbuka dengan malu sayup?
Demi Allah yang nyawaku berada di dalam genggemanNya,
Aku hampir terkapar mati.
Dengarlah...
***
Katakan suatu hal yang indah
Apakah kau mau?
Ya. saya membutuhkannya.
Baiklah, jika kau menginginkannya.
Silakan.
Berdoalah kepada Tuhan-mu yang satu dan tidak beranak, dan tidak diperanakkan.
Aku berusaha
Segala puji bagiNya, Tuhan Semesta Alam. Semoga keselamatan memberkahi perjalanan hidupmu.
Terimakasih. Semoga doa itu berbalik kepadamu.
Terimakasih.
Tapi, bolehkah kutanyakan sesuatu?
Boleh, selagi pertanyaan itu masih dalam kemampuanku dalam menjawabnya.
Ya, aku sering berdoa kepada Tuhan Semesta Alam. Tapi ada sesuatu yang membuatku meragukannya.
Apakah itu wahai saudaraku?
Kadang, aku berdoa dalam keterpaksaan. Aku hanya berdoa ketika keinginanku dan kebutuhanku saja. Aku tidak merasa nyaman jika berdoa disaat hatiku tidak ingin melakukannya.
Lalu? Apakah kau meninggalkan doa itu? Apakah kau sengaja meninggalkan kewajiban yang Tuhan telah berikan kepadamu?
Ya.
Demi Allah Tuhan yang seluruh hal yang ada di bumi ini berzikir kepadaNya, sungguh kau termasuk orang yang merugi.
Kenapa? Aku merasa tidak nyaman ketika berdoa dalam keterpaksaan.
Saudaraku. Dengarkan ini.
Apa yang kau suka, belum tentu baik untukmu.
Dan apa yang kau tidak suka, kadang malah baik untukmu.
Jikalau kau telah memutuskan untuk berserah, maka tetaplah di jalan itu.
Keterpaksaan dalam berdoa itu wajar.
Keterpaksaan dalam menjaga dan menjalani kewajiban itu wajar.
Memang, kadang kita harus memaksa diri kita untuk dekat dengan Allah.
Bagaimanapun, anggaplah keterpaksaan itu sebagai ujian dari Allah untuk kita.
Dia hanya melihat kesungguhanmu saja kok.
hhhhmm terimakasih saudaraku.
Dan satu lagi, berdoalah kepada Tuhanmu Yang Maha Mendengar.
"Ya Allah Yang Maha Pengampun.
Jika keterpaksaan dalam berdoa dan menjalani kewajiban ini baik untukku, maka tolong terimalah doaku kepadaMu.
Dan hilangkan rasa keterpaksaan ini di dadaku, agar aku bisa selalu mengingatMu disaat siang yang ramai, dan hening malam yang dimana hanya ada Engkau, aku, dan tangisanku yang terus menetes karena mengingat kebesaran dan kasih sayangMu.
Jadikanlah aku orang-orang yang berada di jalanMu yang benar."