Hai. Hai yang disana, dan hai kepada temanku yang ada di dimensi yang berbeda semoga Allah selalu memberkati kalian semua. Aku tak tahu apa yang ingin kulakukan sekarang. Dunia serasa seperti berhenti sejenak. Ini adalah yang sekian kalinya aku mengatakan ini.
Aku tak tahu jalan hidup ini seperti apa, dan aku tak tahu akan bagaimana. Kembalinya aku ke masa lalu membuatku dapat membandingkan kedua dimensi itu. Masa lalu memang kejam menurutku, tapi setidaknya lebih kejam masa datang jika kita tidak mempersiapkan bekal sekarang. Entahlah, semua terkesan memaksa atau dipaksakan.
Allah. Dialah Zat yang membuatku kuat selama ini. Dialah Zat yang selalu melekat di dalam hati ini. Dan, Dialah Zat yang selalu kuingat disaat orang lain tanpa sengaja menjauhkanNya.
Dunia memang sudah tua wahai sahabatku. Entah berapa masa lagi dunia ini akan berakhir. Semua kegilaan manusia telah tercipta. Ya, manusia itu memang GILA! Aku tak akan mengulang pernyataan kedua.
Jujur, aku takut kepadaNya.
Teman, setiap dimensi yang aku jelajahi itu berbeda, dan mempunyai karakternya masing-masing. Dan sekarang aku kembali ke masa lalu untuk menatap masa depanku disini. Aku yakin, akan ada baannnnyaak sekali rintangan, halangan, dan mungkin sedikit cacian yang akan kuhadapi nanti. Insya Allah aku akan melakukan semampuku. Aku bersumpah takkan mengakhiri hidupku dengan konyol. Aku punya Allah, dan Allah punya aku. Biarkanlah orang lain berkata sesuka mereka. Aku hanya mengambil dari sisi yang kuanggap benar menurutku, dan menurut syariat. Disini aku hanya mengeluarkan sedikit keluh kesahku selama ini.
Teman, ingatlah hari itu. Kumohon ingatlah hari itu. Hari dimana cinta bertemu, dan dimana canda bersatu. Semoga Allah selalu memberkati setiap langkah yang kalian lakukan. Mimpilah, karena dengan mimpi kita tak akan sepi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar